Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Penyebab EVOS Legends Gagal ke Playoff MPL ID Season 10

Ada 2 catatan menarik terkait MPL ID season 10 yang telah memasuki babak playoff ini. Pertama, kekuatan semua tim di MPL ID season 10 ini bisa di bilang cukup merata. Tidak ada tim yang benar-benar mendominasi sejak awal. Bahkan, ONIC Esports yang berhasil menjadi pemuncak klasemen pun harus mengerahkan semua kekuatan dan strategi permainan untuk mengalahkan tim papan bawah seperti Geek Fam ID.

EVOS Legends Gagal ke Playoff MPL ID season 10

Kedua, EVOS Legends tidak lolos ke babak playoff. Ini kabar menarik sekaligus paling mengejutkan sejak MPL ID season 10 bergulir. Sebagai salah satu tim esport terbesar untuk divisi Mobile Legends di tanah air, sudah pasti semua orang setuju kalau tim ini memiliki kekuatan yang sebanding dengan tim-tim seperti ONIC Esports, RRQ Hoshi maupun Alter Ego. Paling tidak, posisi 3 besar regular season adalah hal yang pantas untuk mereka duduki. Tapi kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi. Jangankan posisi 3 besar, mengungguli posisi anak baru Rebellion Zion saja mereka tidak mampu. Itu yang membuat tim macan putih gagal ke playoff MPL ID season 10. Menemani Geek Fam yang berada di posisi paling bawah.

3 Penyebab EVOS Legends Gagal ke Playoff MPL ID Season 10

Menurut saya, ada 3 alasan utama yang menjadi penyebab kenapa EVOS Legends gagal ke playoff MPL ID season 10 :

1. Tidak Ada Pemain Senior

Di MPL ID season 10 ini, tim sekelas RRQ Hoshi pun pernah mengalami minggu-minggu yang kurang menyenangkan. Performa mereka menurun drastis dan kekalahan beruntun pun sempat mereka rasakan. Tapi karena masih memiliki pemain senior, pelan-pelan performa RRQ Hoshi kembali membaik.

Hal ini berbeda dengan EVOS Legends. Tim macan putih tidak memiliki seorang pemain senior pun untuk MPL ID season 10 yang sekelas dengan REKT ataupun Antimage. Roster mereka di isi oleh pemain-pemain baru yang di naik kan dari MDL. Dari segi skill, tidak ada yang meragukan pro player seperti Tazz dan Sutsujin. Tapi dari segi pengalaman, mereka kalah telak.

Seandainya EVOS Legends masih memiliki pemain senior seperti REKT ataupun Antimage, mungkin ceritanya akan berbeda. Di akui atau tidak, pemain senior dalam sebuah tim itu ibarat tiang rumah. Mereka yang menyangga agar tim menjadi lebih kuat. Paling tidak pengalaman mereka berperan penting untuk mengasah mental pemain-pemain baru agar tidak gugup saat turun ke Land of Dawn.

2. Tekanan yang Dialami Pemain

Bermain untuk tim besar sekelas EVOS Legends sudah pasti membuat pemain baru yang minim pengalaman mengalami tekanan yang sangat tinggi. Tekanan ini bisa berasal dari dalam maupun dari luar diri mereka sendiri.

Tekanan dari dalam diri bisa terjadi karena mereka berada dalam tim besar yang pernah menjuarai M1 World Championship. Sudah pasti EVOS Farm berharap lebih terhadap mereka. Jika performa mereka di nilai buruk, bukan tidak mungkin mereka akan di hujat sampai kena mental.

Sedangkan tekanan dari luar bisa berasal dari ucapan pelatih yang menurut banyak orang terlalu berlebihan. Iya, coach Zeys pernah mengatakan kalau roster EVOS Legends sekarang (EVOS New Era) lebih kuat dari roster EVOS Legends yang dulu (EVOS World). Walaupun akhirnya Zeys klarifikasi bahwa ucapan tersebut hanyalah guyonan semata.

3. Salah Transfer Pemain

Ini faktor yang menurut saya cukup fatal. Iya, kesalahan transfer pemain. Walaupun EVOS Legends di tinggal pemain senior seperti REKT, tapi tim macan putih masih memiliki pemain yang cukup berpengalaman seperti Ferxiic.

Bersamaan itu tim EVOS juga mendatangkan Branz yang dulu memperkuat Bigetron Alpha dan Dlar yang dulu memperkuat ONIC PH.

Kedatangan dua pemain ini sudah tentu bisa memberikan angin segar bagi EVOS Farm. Sebab semua orang tahu kualitas dua pemain yang baru di datangkan tersebut. Branz cukup handal memainkan hero-hero marksman. Claude nya 11 12 dengan Claude nya REKT. Apalagi sekarang masih metanya marksman gold lane. Sudah pasti Branz bisa menggendong tim banget.

Sedangkan Dlar, kemampuannya bermain di exp lane 11 12 dengan Antimage. Cukup mampu menjaga lane agar exp laner lawan tidak bisa bebas bergerak maju.

Dengan 3 pemain tersebut saja, seharusnya tim EVOS bisa memberikan performa yang mengejutkan. Walau tidak bisa menjadi pemuncak klasemen sebab ONIC Esports sedang berada di performa terbaik mereka, paling tidak EVOS Legends bisa lolos ke babak playoff.

Menurut pandangan netizen, roster terkuat untuk EVOS Legends sekarang ini harusnya di isi :

  • Ferxiic (Jungler)
  • Branz (Gold Lane)
  • Dlar (Exp Lane)
  • Tazz (Mid Lane)
  • Dream (Roamer)

Tapi Ferxiic malah di turunkan ke MDL dengan alasan yang tidak jelas. Ada selentingan kabar kalau Ferxiic di turunkan ke MDL karena toxic. Dlar di turunkan ke MDL karena kendala bahasa dan Branz tidak di naikkan ke MPL karena patch baru tidak terlalu bertumpu di gold lane untuk menggendong tim. Dari semua isu tersebut, terdengar kabar kalau Ferxiic, Dlar dan Branz di kumpulkan dalam satu tim agar EVOS Icon bisa kembali menjuarai MDL lagi.

Apapun itu, di MPL ID season 10 ini EVOS Legends telah mengukir sejarah baru karena tidak lolos ke babak playoff. Semoga di season depan EVOS Legends bisa berbenah diri agar bisa kembali ke performa terbaik mereka yang dulu. Jujur saja, babak playoff tanpa mempertemukan EVOS Legends vs RRQ Hoshi kayak ada yang kurang.

Kamu punya opini terkait EVOS Legends yang tidak lolos ke playoff MPL ID season 10? Silahkan tulis di kotak komentar. Terima kasih!!!